Posted in Romance

“Little Nephew”

Mereka sudah diwanti-wanti, kalau kedatangan salah satu ‘keponakan’ maka mereka harus berhati-hati.

Jinoo X EXO

An absurd one

Actually aku gak tahu kenapa nulis sesuatu kaya gini dan gak tahu ini berhasil apa gak yang kayaknya sih gak berhasil dan kenapa juga aku berani posting tapi yah malam ini mendadak punya keberanian semacam itu jadi maaf saja atas pemberitahuan di email kalian para followers blogku tercinta atas postingan gak penting cem ini :))))

.

.

.

Mereka sudah diwanti-wanti, kalau kedatangan salah satu ‘keponakan’ maka mereka harus berhati-hati.

Dan sekarang Cho Jinoo ada di sini. Di studio pribadi milik Junmyeon yang sebenarnya bisa dijadikan tempat apa saja semau Junmyeon ataupun teman-temannya. 

Pagi-pagi sekali, Kyuhyun menelepon Junmyeon dan memintanya mengasuh Jinoo satu hari saja karena dia sedang sibuk. Teringat hari ini mereka ada rencana membuat studio menjadi tempat santai tersantai yang pernah ada, Junmyeon pun menyanggupinya.

Tapi dia tidak pernah tahu kalau akan seperti ini jadinya.

“Paman, Jinoo mau pipis!”
Dan sedetik kemudian anak itu pipis di celana.

“Paman Baekhyun! Buburnya tidak enak! Jangan dimakan!”

Tapi dia menghabiskan satu mangkuk penuh ditambah satu mangkuk lagi milik Sehun yang direbutnya secara paksa.

“Paman Kyung! Kenapa suaramu bergetar seperti itu?”

“Ini namanya vibra.”

“Temannya zebra?”

“Hm… adiknya?”

“Kalau ibunya?”

Percakapan itu berlangsung selama tiga puluh menit lamanya sampai Jinoo mendengar suara aneh di depan televisi super besar yang ada di sana.
Yang ternyata Chanyeol, Kai dan Minseok sedang menonton Harry Potter seri The Goblet of Fire dengan tiga mangkuk camilan di atas pangkuan mereka.

“Apa itu Harry?”

Minseok yang paling dekat dengan Jinoo pun mengangguk.

“Apa itu pacarnya?”

“Bukan.”

“Istrinya?”

“Dia belum menikah.”

“Neneknya?”

“Hanya teman, Jinoo-ya.”

“Dan… oh! Siapa yang tidak punya rambut itu?” Jinoo sontak memegang kepalanya. “Jinoo punya rambut. Dia tidak seperti Jinoo, ‘kan?”

“Tidak.”

“Siapa namanya? Kenapa dia jelek sekali? Kenapa kulitnya seperti orang mati? Kenapaใ…ก”

“Shut.” Potong Minseok cepat sambil memasukkan sepotong biskuit ke mulut Jinoo. “Jangan terlalu dibicarakan, nanti dia marah.”

“Benarkah?”

Minseok mengangguk membenarkan. “Tidak ada yang berani menyebut namanya. Nanti dia muncul.”

“Keluar dari teve?”

“Bisa jadi.”

“Wah… keren.”

“Tapi menakutkan.”

“Kenapa?”

Minseok mendekatkan mulutnya ke telinga Jinoo dan berbisik. “Karena dia tidak punya hidung. Dia monster.”

“Jadi kalau tidak punya hidung itu berarti monster? Apa dia bisa bernapas?”

Mendengar itu, Chanyeol yang tadinya fokus menonton film dan mengunyah makanannya sontak menoleh pada temannya. “Jongin, kau bisa bernapas?”

Advertisements

Author:

crazy girl called 'me'

6 thoughts on ““Little Nephew”

  1. Kak, tanyak dong aku bisa bernapas nggak? Jawabannya nggak, ketika nemu notip dari blog berharap part 12 up tapi malah another story. ๐Ÿ˜€ Yaudah deh, nunggu lagi aja. Yang semangat kak!!

    1. Udah itu si enchanted hehe yg ini sbnrnya cuman mau nyoba pake cast lain. Aku kebiasaan kyuhyun jadi rasa susah kalo nulis yg lain dan yg semacam ini ya percobaanku hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s