[FICLET] _”Ige Appa, Chagi….”_

319907_281074798694248_56627012_n

Tittle:: Ige Appa, chagi….

Genre:: Family, sad

Rating:: T

Cast:: -Cho Kyuhyun
-Cho Jyuwoon
-Lee/Cho Haewoon

Length:: FICLET

Author: Anggieeeee

Desclaimer: Don’t Copas! Don’t Bash Me! If you don’t like it, don’t Read! Thanks a lot… *Bow*


~Happy reading~

-Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang menyayangi dan mencintai kita apa adanya…-

~Author’s Pov~

Tangis seorang anak perempuan berusia 4 tahun begitu memilukan bagi seorang Lee Haewoon. Gadis cantik dan berhati mulia ini tampak memeluk sang anak yang terus menangis. Cho Jyuwoon, ia anak Haewoon yang menangis itu. Entah apa yang membuatnya menangis seperti itu. Sampai-sampai Haewoon sebagai ibunyapun tak bisa menenangkannya.

“Chagi… Jyu-ya. Berhenti menangis… Jyu mau apa, eoh? Nanti eomma belikan…” Ujar Haewoon sembari menghapus airmata anaknya dengan kedua ibu jarinya.

“Eomma… Appa… Kenapa appa benci Jyu? Hiks hiks…” Jawab Jyu ditengah isakkannya

“Appa tidak membenci Jyu. Appa tadi hanya– mungkin appa sedang lelah tadi.”

“Apakah appa lelah setiap hari? Kenapa appa selalu marah setiap melihat Jyu?”

“Ehm… Itu– mungkin saja. Bukankah appa bekerja setiap hari? Wajar saja bukan kalau appa lelah?” Haewoon menjawab anaknya itu sembari tersenyum.

Cho Kyuhyun. Ia namja yang di jodohkan dengan Haewoon 4 tahun silam. Awalnya mereka menolak kehendak orang tua mereka itu. Tapi karena itu adalah perintah orang tua. Maka dengan terpaksa merekapun menyetujuinya.
Ya, usia pernikahan mereka sudah 4 tahun. Seiring bertambahnya usia Jyuwoon. Biarpun pernikahan mereka tidak dilandasi dengan cinta sedikitpun. Tapi tak ayal mereka masih bisa menghasilkan buah. Dan itu adalah Cho Jyuwoon. Entah apa yang bisa membuat mereka bersatu untuk waktu yang relatif singkat dan menghasilkan Jyu. Tapi setelah mereka melakukan itu, mereka kembali pada sikap masing-masing. Acuh, dingin dan tak saling memperdulikan. Seolah-olah mereka tak tau apa dampak dari perbuatan mereka itu.

“Haewoon-ssi! Bisakah kau menghentikan suara tangisan anakmu itu? Berisik!” bentak Kyuhyun. Ya, ia tak pernah mengakui bahwa Jyu adalah anaknya. Berbeda dengan Haewoon yang begitu menyayangi anaknya itu.

“Chagi… Kita tidur ne? Sudah malam.” Haewoon tidak menghiraukan suaminya itu. Ia lebih memilih menggendong Jyu menuju kamar mereka di lantai atas. Ingat! Kamar Jyu dan Haewoon. Bukan Kyuhyun dan Haewoon.

“Bisa kita tidur bersama appa? Sekali saja.” Pinta Jyu yang entah sejak kapan turun dari gendongan Haewoon dan menghampiri Kyuhyun yang kini tengah berdiri di depan kulkas sembari meneguk sebotol air mineral.

“Andwae! Tidur saja bersama eommamu!” tolak Kyuhyun dan meletakkan botol air mineral itu kasar ke meja makan di sampingnya. Jelas itu mengejutkan bagi Jyu. Karena air di dalam botol itu tumpah kewajah mungilnya, biarpun sedikit.

“Ah…” Rintih Jyu sembari mengucek matanya. Haewoon yang melihat itupun dengan segera menghampirinya.

“Gwaenchana chagi? Matamu kenapa? Kajja kita obati.” Haewoon memeriksa mata Jyu dan kembali menggendong anaknya itu menuju ke kamar mereka. Sedangkan Kyuhyun? Ia hanya tersenyum sinis melihat kejadian antara istri dan anak yang tak dianggapnya itu.

“Kenapa dulu kita melakukannya Haewoon? 4 tahun sudah rumah ini dihiasi oleh tawa dan candaan dari anak itu. Tapi kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu menyakitinya? Entahlah.” Kyuhyun menghela nafasnya dan kemudian masuk ke dalam kamarnya.

••••

@Kyuhyun’s bedroom

~Kyuhun’s Pov~

Hhhh… Sungguh, hari ini melelahkan sekali. Yah, tak seperti biasanya. Pekerjaan di kantor sangat banyak.
Kurebahkan tubuhku di ranjang big size ku. Kucoba untuk memejamkan mata. Hhh… “Jyu…” Gumamku. Aigoo, apa yang kugumamkan? Akupun membuka mataku dan menyandarkan punggungku di hard board ranjangku. Entah mengapa…. Pikiranku tertuju pada satu nama. ‘JYUWOON’ yah, Jyu anakku. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa matanya masih sakit? Hhh, bagaimanapun juga ia anak kandungku. Dan tadi ia menangis karenaku. Karena terkena percikan air yang kuletakkan secara kasar di meja makan. “Hm… Sebaiknya aku melihatnya sekarang.” Entah dorongan dari setan apa yang kini tengah merasukiku. Akupun berdiri dan berjalan keluar kamarku menuju lantai 2.

Begitu sampai di depan pintu kamar mereka, akupun mencoba mengangkat tanganku untuk mengetuk pintu itu.
TOK TOK TOK

Dengan kekuatan yang sudah cukup akhirnya aku mengetuk pintu itu. Tak lama kemudian Haewoon keluar dengan wajah bingung menatapku.

“Wae? Kenapa malam-malam ke kamar kami?” tanyanya tanpa mempersilahkanku masuk.

“Aku hanya ingin melihat Jyu. Apa ia tak apa-apa? Tadi ia menangis karenaku.Setidaknya aku minta maaf kepadanya.”

“Haha… Kau baru sadar Cho Kyuhyun? Anakku sudah sering menangis karenamu… Karena kau selalu membentak dan memarahinya yang tidak bersalah dan berdosa sama sekali!” bentak Haewoon padaku dan kembali menutup pintu kamarnya dengan kasar.

“Mianhae, aku tak bermaksud. Untuk kali ini biarkan aku minta maaf dan melihatnya Haewoon…” Pintaku yang masih berdiri di depan pintu kamarnya. Sungguh, aku merasa berbeda saat ini. Hatiku serasa ingin sekali memeluk anak itu, Jyu.
Ceklek…

“Hanya untuk kali ini!” tegasnya setelah membuka pintu itu lagi.

“Ne. Baiklah…” Haewoonpun mempersilahkanku untuk masuk.
Di dalam kamar bernuansa pink dengan desain anak-anak dan berbagai gambar kartun yang tertempel di dindingnya. Tampak seorang anak tengah tertidur disana. Jyu, ya anak itu Jyu. Aku mendekatinya. Ku elus puncak kepalanya dan menyeka poni yang menutupi dahinya. Tak kusangka, selama ini aku telah menyia-nyiakan anakku yang cantik dan lucu seperti ini.

“Mianhae Jyu-ya,” ucapku dan kemudian mengecup keningnya. Setelah itu kutolehkan kepalaku kearah Haewoon yang sekarang berada di jendela kamarnya yang terbuka. Mungkin ia sedang menikmati angin malam.

“Haewoon.” panggilku, ia pun menoleh kearahku.

“Wae?” tanyanya dingin.

“Boleh aku tidur bersama kalian?” tanyaku. Kulihat Haewoon yang terkejut atas pertanyaanku.

“Untuk apa?”

“Tidak ada. Aku hanya ingin menemani anakku. Aku ingin membawanya ke kamarku. Tapi aku takut membangunkannya.”

“Huh, baru kali ini aku mendengarmu berkata bahwa Jyu adalah anakmu.”

“Geurae. Aku akan selalu berkata ia anakku. Karena ia memang anakku. Bagaimana? Boleh tidak aku tidur disini?”

“Hhh… Terserah kau saja.” Akhirnya Haewoon mengijinkanku. Akupun dengan segera berbaring di samping Jyu dan memeluknya. Aaah…, baru ku sadari. Memeluk putriku sendiri rasanya sangatlah nyaman. Begitu pula halnya dengan Haewoon yang kemudian menutup jendela dan berbaring di samping kanan Jyu.

“Jaljayo…” Ucapku sebelum menutup mata dan mengeratkan pelukanku pada Jyu. Sempat kulihat Haewoon yang telah berbaring seraya membenahi letak kepalanya.

••••

~Author’s Pov~

Pagi telah menyongsong. Sang mentaripun telah menampakkan cahayanya, ditemani dengan kicauan-kicauan burung yang tak senada. Menambah keramaian pagi minggu yang cerah ini.
Tampak ketiga manusia ini masih sibuk dengan mimpi mereka masing-masing. Ya, siapa lagi kalau bukan Kyuhyun, Haewoon dan Jyuwoon. Mereka tertidur sangat nyenyak. Sampai seketika tangisan Jyu yang mengusik mereka.

“Wae? Waegeurae chagi?” tanya Haewoon yang baru saja terbangun dan mengelus pipi Jyu.

“Eommaaaa… Hiks…” Isak Jyu berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun. Haewoon yang mengerti itupun membangunkan Kyuhyun.

“Kyu… Ireona, Jyu tidak bisa bernafas…” Haewoon menepuk pipi kiri Kyuhyun pelan.

“Eoh? Jyu?” Kyuhyun terkesiap atas sentuhan yang diterimanya.

“Eomma… Siapa dia? Eoh? Hiks,” ucap Jyu seraya memeluk Haewoon.

“Eomma…” Lirihnya lagi.

“Jyu-ya… Wae? Ige appa chagi…” Kyuhyun yang mengerti apa yang terjadi itupun sontak duduk dan mencoba mengelus puncak kepala Jyu. Tapi Jyu menepisnya.

“Andwae! Appa itu jahat! Appa tidak akan mau tidur bersama Jyu dan eomma. Kau bukan appa! Hiks hiks hiks.”

“Jyu… Ia appa, tadi malam appa menemani Jyu tidur. Sekarang Jyu kenapa? Apa Jyu tidak senang tadi malam tidur bersama appa?” tanya Haewoon lembut. Kyuhyun yang melihatnya kini mulai merekahkan senyuman tipis di sudut bibirnya.

“Mianhae Jyu-ya… Appa selalu memarahimu selama ini. Appa menyesal. Maafkan appa…” Pinta Kyuhyun sembari mencoba mengambil alih pelukan Jyu terhadap Haewoon. Beruntung karena kali ini Jyu tidak menolak.

“Ige jinjja appa?” tanyanya polos setelah pelukannya berpindah kepada Kyuhyun.

“Nde. Mianhae chagiya…” Kyuhyun mengeratkan pelukannya kembali.

“Aaah… Sebaiknya aku keluar saja dari pada tidak dihiraukan disini.” Ucap Haewoon seraya menyindir Jyu dan Kyu.

“Haewoon-ah… Maafkan aku juga. Selama ini aku tidak pernah menganggapmu dan selalu memanfaatkanmu dalam hal mengurus rumah. Maafkan aku… Aku berjanji akan mencoba mencintaimu jika kau bersedia memaafkanku.” Haewoon yang tadinya hendak melangkah keluar kamar seketika terkesiap dan terdiam atas kata-kata yang keluar dari mulut Kyuhyun.

“Geureom. Bagaimana jika aku tak memaafkanmu?” tanya Haewoon sembari melipatkan kedua tangannya di depan dada.

“Aku akan berusaha agar kau memaafkanku. Bagaimanapun caranya.”

“Kalau kubilang aku sudah memaafkan dan mencintaimu dari dulu bagaimana?”

“Maka aku juga akan mengatakan bahwa aku menyesal telah menyia-nyiakan orang yang telah mencintaiku selama ini.”

“Hmm… Nde. Saranghaeyo Cho Kyuhyun.”

“Jinjja?”

“Yasudah kalau kau tak percaya…”

“Haha… Nde. Kemarilah…” Kyuhyun menjulurkan tangan kirinya kepada Haewoon agar Haewoon mendekat dan turut berpelukan bersamanya juga Jyu. Alhasil Haewoonpun mendekat dan turut berpelukan.

“Appa…. Eomma…. Saranghae…” Ucap Jyu ditengah pelukannya bersama appa dan eommanya.

“Urido saranghae Cho Jyuwoon…” Jawab Kyuhyun dan Haewoon bersamaan.

-FIN-

Thanks a lot for reading this… ^_*

Advertisements

21 thoughts on “[FICLET] _”Ige Appa, Chagi….”_

  1. sonialidya07 says:

    Aiishhh sumpah dehh aku bacanya sampe nangisss!! kyu tega banget lakuin itu sama anaknya sendiri tapi untung aja dia udh sadar..

    Kalo menurut aku sih kalo ini lebih cocok dibuat chapter tapi yaa gak panjang2 soalnya kalo oneshoot terlalu cepet alurnya dan terkesan ngebut..

  2. selvy says:

    ff kaka walaupun ga panjng tapi seru2..
    happy end, aku selali suka kalau kyu yg sayang anak walaupun di cerita ini pada awalnya dia ga suka sma anaknya..
    tapi kn happy end 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s